Skip to main content
x

Membership Internal Audit

Wika Logo Innovation and Trust

 

SATUAN PENGAWASAN INTERNAL PT WIJAYA KARYA BETON Tbk

Membangun fungsi strategis Satuan Pengawas Internal (SPI) merupakan salah satu tujuan dalam peningkatan pengendalian internal. Dalam membangun sistem pengendalian intern yang baik, maka SPI mengaplikasikan prinsip-prinsip Good Corporate Governancedan manajemen risiko sebagai basis model pemeriksaan yang dilakukan. Manfaat yang akan diperoleh Satuan Pengawasan Internal apabila menggunakan risk based audit approach, antara lain Satuan Pengawasan Internal akan lebih efisien & efektif dalam melakukan fungsi audit dan pengawasan.

Satuan Pengawasan Intern dalam proses pelaksanaan pengawasan memerankan sebuah aktivitas independen, keyakinan objektif dan konsultasi yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan operasi Perseroan. Pelaksanaan proses pengawasan dan audit harus mampu membantu Perseroan mencapai tujuannya dengan menerapkan pendekatan yang sistematis dan berdisiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas proses pengelolaan risiko, kecukupan pengendalian dan pengelolaan Perseroan yang baik.

Perseroan membentuk Satuan Pengawasan Internal (SPI) dengan memperhatikan serta mengacu pada Bab VI Undang-undang No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, peraturan Pemerintah No 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero), Keputusan Menteri BUMN No. KEP-117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance (GCG) padan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Surat Keputusan Direksi PT Wijaya Karya Beton Tbk. Nomor SK.01.01/WB- 0A.027/2006 tanggal 27 Maret 2006 tentang Susunan Organisasi Satuan Pengawasan Internal serta Surat Keputusan Direksi PT Wijaya Karya Beton Tbk., tentang pembentukan Satuan Pengawasan Internal Nomor SK.01.01/WB-0A.024/2006 tanggal 27 Maret 2006.

Struktur Organisasi Satuan Pengawasan Internal

SPI dipimpin oleh seorang Kepala Satuan Pengawasan Intern yang berkedudukan etingkat dengan Manajer Biro dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama. Kepala SPI diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama setelah mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris. Guna mendukung berjalannya fungsi pengawasan Perseroan, SPI dibantu oleh Kepala Pemeriksa. Kepala Pemeriksa merupakan jabatan struktural yang diangkat dan diberhentikan oleh Direksi dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala SPI. Pemeriksa merupakan jabatan keahlian yang diangkat dan diberhentikan oleh Direksi dan atau pejabat yang berwenang. Dalam melaksanakan tugas audit, Pemeriksa bertangung jawab kepada Kepala Pemeriksa selaku Ketua Tim.

Kedudukan SPI sebagai organ yang membantu Direktur Utama senantiasa ditempatkan dalam struktur organisasi yang setara dengan peran dan tanggung jawabnya, dalam pengungkapan pandangan dan pemikiran yang tidak dapat dipengaruhi ataupun ditekan dari manajemen dan pihak lain.

Struktur Organisasi Internal Audit