Skip to main content
x

Risk Management Policy

Wika Logo Innovation and Trust

 

Risk Management Policy

Sistem dan Infrastruktur Manajemen Risiko

Perusahaan senantiasa berusaha memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada pemegang saham dan stakeholder, namun dalam praktik bisnis, unsur ketidakpastian baik berasal dari lingkungan internal maupun eksternal dapat memberi pengaruh terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Unsur-unsur ketidakpastian menjadi semakin besar akibat perubahan iklim bisnis yang semakin cepat dan kompleks. Unsur ketidakpastian merupakan risiko bisnis yang tidak mungkin dihindari, namun harus dikelola melalui suatu mekanisme yang dinamakan “manajemen risiko”. Perusahaan yang mampu mengelola risiko dengan baik dipandang sebagai memiliki kemampuan sensitif untuk mendeteksi risiko, memiliki fleksibilitas untuk merespon risiko dan menjamin kapabilitas sumber daya untuk melakukan tindakan guna mengurangi tingkat risiko, sedangkan yang tidak dapat mengelola risiko dengan baik akan menyebabkan terjadinya pemborosan sumber dana dan waktu serta tidak tercapainya tujuan perusahaan.

Penerapan manajemen risiko di PT Wijaya Karya Beton Tbk, telah mengacu pada Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-09/MBU/2012 tentang Penerapan Praktik Good Corporate Governance (GCG) pada BUMN dan untuk menerapkan Manajemen Risiko menggunakan Framework SNI ISO 31000:2011 (selanjutnya disebut ISO 31000). Dalam rangka mengembangkan praktik manajemen risiko, PT Wijaya Karya Beton Tbk, secara berkala dan berkelanjutan terus mengembangkan dan meningkatkan kerangka sistem pengelolaan risiko dan struktur pengendalian internal yang terpadu dan komprehensif sehingga dapat memberikan informasi dini tentang adanya potensi risiko yang berpengaruh pada hasil perusahaan, yang untuk selanjutnya mengambil langkah – langkah yang memadai untuk meminimalkan risiko.

Untuk dapat mengelola risiko yang mungkin terjadi, maka kebijakan manajemen risiko PT Wijaya Karya Beton Tbk., yang dilakukan di Kantor Pusat maupun di setiap unit kerja/anak perusahaan dengan menerapkan proses manajemen risiko dengan langkah langkah sebagai berikut:

  1. Mendeteksi/mengidentifikasi risiko sedini mungkin pada setiap aktivitas yang berhubungan dengan bidang usaha yang ada di lingkungan PT Wijaya Karya Beton Tbk.

  2. Melakukan pengukuran tingkat/besarnya setiap risiko, dengan memperhitungkan besarnya dampak dan kemungkinan terjadinya peluang risiko.

  3. Melakukan analisis dan evaluasi terhadap sumber risiko dan penyebab terjadinya risiko, sebagai dasar untuk memetakan dan mengendalikan risiko yang signifikan.

  4. Menyusun rencana strategi pengendalian terhadap risiko yang mempunyai prioritas tinggi/risiko signifikan.

  5. Melakukankegiatanstrategipengendalianrisikoyangmembahayakankelangsungan hidup perusahaan.

  6. Melakukan komunikasi, konsultasi, review dan pemantauan, risiko secara terus menerus, khususnya yang mempunyai dampak cukup signifikan terhadap kondisi perusahaan.