Articles

Berkenalan dengan RISHA yang Komponen Utamanya Dipasok WIKA Beton

 


Sejak gempa besar melanda Lom
bok tahun 2018 yang lalu, WIKA Beton bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera melakukan koordinasi untuk membangun Rumah Instan Sederhana dan Sehat (RISHA). RISHA sendiri dibangun dari komponen beton pracetak, dan WIKA Beton merupakan salah satu produsen komponen utamanya. Sebelumnya, RISHA juga telah dibangun untuk para korban tsunami di Aceh tahun 2015 lalu.

Nantinya, RISHA tidak hanya dibangun di daerah pascagempa, tapi juga bisa menjadi solusi hunian yang lebih terjangkau bagi masyarakat lainnya.

Konsep RISHA pertama kali dikenalkan pada tahun 2015 oleh para peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR

Dilansir dari laman resminya, konsep Rumah Instan Sederhana dan Sehat ini pertama kali dikenalkan pada tahun 2015. Saat itu, para peneliti Kementerian PUPR berharap dengan adanya RISHA ini mampu menjadi solusi penyediaan perumahan yang sehat dan biaya terjangkau. Sebab, RISHA bisa dibangun dengan menyambungkan panel-panel beton menggunakan baut.

Keunggulan RISHA tak hanya hemat biaya, tapi juga tahan gempa serta lebih ramah lingkungan

Menurut Kementerian PUPR, RISHA memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan rumah pada umumnya. Selain pembangunannya lebih cepat, RISHA juga mampu bertahan saat terjadi goncangan gempa. Pun diklaim lebih ramah lingkungan karena pada saat proses pembangunannya tidak banyak menggunakan kayu sebagai penyanggah cetakan beton. Proses pengerjaan satu unit RISHA juga relatif singkat, yaitu 24 jam dengan 5 pekerja. Selain itu, RISHA juga mudah dimodifikasi menjadi beragam bangunan, seperti tempat tinggal, sekolah, puskesmas, bahkan rumah sakit.

RISHA sendiri memiliki konsep knock down

Rumah dengan konsep knock down merupakan rumah yang dibangun tanpa menggunakan semen dan bata, melainkan hanya menggabungkan panel-panel beton dengan baut. Itulah mengapa pembangunan RISHA ini cenderung cepat yaitu 24 jam saja per satu unitnya. Dan yang lebih penting, konsep RISHA ini sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga aman dan cocok untuk tempat tinggal masyarakat kelas menengah ke bawah.

RISHA juga memungkinkan untuk dibangun dua lantai

Jika RISHA ingin dibangun dua lantai, Kementerian PUPR memberikan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama, beban hidup untuk tiap lantai tidak lebih dari 125kg/m². Sehingga perubahan fungsi RISHA tidak disarankan. Kedua, konstruksi lantai dasar disarankan menggunakan konstruksi balok loteng dan papan kayu. Sementara lantai atas untuk rumah tingkat sederhana, bisa menggunakan lantai beton.

Melihat keunggulan RISHA di atas, rasanya RISHA ini merupakan inovasi sekaligus solusi baik untuk masyarakat kelas menengah ke bawah serta untuk penanganan pasca bencana. WIKA Beton sebagai salah satu produsen utamanya pun berharap RISHA ini semakin bisa dimanfaatkan ke depannya.


« Artikel