Articles

Performa WIKA Beton Jelang Akhir 2019 - Pertimbangan untuk Peminat Saham Konstruksi

 

Menjelang berakhirnya tahun 2019, perusahaan terbuka mulai bersiap-siap untuk merangkum performa perusahaan dari berbagai aspek seperti keuangan, tanggung jawab sosial, dan lingkungan. Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi para investor atau peminat saham konstruksi dalam memutuskan strategi investasinya. Sebagai perusahaan publik atau perusahaan terbuka, WIKA Beton juga menjelaskan beberapa data dan fakta terkait performa perusahaan sebagai berikut :


Meraih Kontrak Baru Dari Lintas Sektor 
Hingga Oktober 2019, kontrak baru senilai Rp5,2 triliun telah diraih oleh WIKA Beton. Lebih dari setengah kontrak – kontrak tersebut tersebut didominasi oleh proyek dari sektor infrastruktur, yaitu mencapai 68,45% per Oktober ini. Kontribusi sektor lain pada kontrak WIKA Beton antara lain adalah sektor energi sebesar 16,43%, sektor properti hingga 8,75%, sektor industri 4,86% dan sektor tambang sebesar 1,51%.


Prospek Menjelang Akhir Tahun
Beberapa proyek besar yang didapat WIKA Beton hingga Oktober 2019 antara lain jalan tol Pekanbaru - Padang seksi Bangkinang - Pangkalan senilai Rp691,9 miliar, jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi 3A senilai Rp220,69 miliar, dan jalan tol Balikpapan-Samarinda Paket 234 senilai Rp215,28 miliar. Pada kuartal III/2019, margin usaha WIKA Beton tercatat sebesar 11,2%. Angka ini naik dibandingkan pada kuartal II/2019 sebesar 10,1% dan kuartal I/2019 sebesar 9,9%. Selain mempertahankan pendapatan dan laba usaha untuk terus tumbuh, perusahaan juga bisa meningkatkan margin profitabilitasnya melalui pengendalian pos biaya sepanjang 9 bulan tahun ini.

WIKA Beton Sambut Ibukota Baru
Emiten berkode saham WTON ini melanjutkan peningkatan kapasitas produksi beton pracetak (precast) menjadi sebesar 3,8 juta ton, dari kapasitas tahun lalu sebesar 3,6 juta ton. Peningkatan kapasitas pracetak terjadi di seluruh pabrik WIKA Beton. Pabrik Produk Beton (PPB) Lampung Selatan dan Subang, masing-masing meningkatkan kapasitas produksinya sebesar 30% dan 26% dibandingkan dengan posisi akhir 2018. Selain itu, sebagai bentuk respon atas proses pemindahan ibukota, WIKA Beton juga akan membangun pabrik baru di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Lokasi pabrik di Kaltim nantinya akan melengkapi penyebaran basis produksi pracetak WIKA Beton yang saat ini sudah berada di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Perusahaan sudah mempersiapkan lahan seluas 28 hektar untuk lokasi pabrik di kaltim dan ditargetkan bisa selesai dan mulai berproduksi pada 2020.

« Artikel