Articles

Pesan dari 2 Karyawan Muda WIKA Beton yang Sukses di Bidangnya

Menyandang predikat #ConcretExpert membuat tidak sembarangan orang dapat bergabung dengan WIKA Beton. Maka pada proses seleksi penerimaan karyawan, banyak anak-anak muda yang gugur di tengah jalan. 

Untuk yang punya mimpi ingin bergabung dengan WIKA Beton suatu saat nanti, ada pesan dari 2 karyawan muda WIKA Beton yang cukup sukses di bidangnya. Kedua karyawan muda ini kebetulan berasal dari PPB Majalengka, yaitu Yassy Iskandar Muda dan Harir Aji Nugroho yang sudah menduduki jabatan krusial di WIKA Beton meski belum lama bergabung.

Yassy Iskandar Muda berpesan untuk tetap bersinergi antara generasi muda dan tua. 

Yassy pertama kali bergabung di WIKA Beton pada tahun 2016 dan menjabat sebagai Staff Muda I Teknik Mutu di PPB Pasuruan. Dua tahun berselang, yaitu pada tahun 2018, Yassy berkesempatan naik jabatan menjadi Pjs Manajer Teknik dan Mutu di PPB Majalengka. Dalam kurun waktu dua tahun, Yassy berhasil membuktikan bahwa etos kerjanya patut diperhitungkan sampai akhirnya dipercaya untuk meng-handle jabatan yang cukup krusial.

Untuk  pada anak-anak muda di luar sana, seperti yang dilansir dari WTON Magz Edisi 02, Yassy berpesan agar selalu menjaga sinergi antara generasi tua dan generasi muda di lingkungan kerja. Sebab ia berpendapat bahwa pada dasarnya semua orang butuh dihargai dan ingin dilibatkan. Dengan bersinergi, gap antara generasi bisa diminimalisir sekaligus bisa membawa perusahaan menuju arah yang lebih baik dari kolaborasi generasi muda yang kaya akan teori-teori baru dan generasi tua yang sudah berpengalaman di lapangan.

“Intinya sih banyak bersyukur dan bisa bersinergi. Dan jangan lupa untuk senantiasa bekerja pakai hati.”

Sementara Harir Aji Nugroho memberikan pesan dari sisi lain. Menurutnya, anak-anak muda perlu berkembang semaksimal mungkin di manapun ia berada.

Harir Aji Nugroho merupakan karyawan muda yang sekarang menjabat sebagai Pjs. Manajer Produksi di PPB Majalengka. Sebelumnya Harir bergabung di WIKA Beton pada tahun 2016 melalui PPCP (Program Pelatihan Calon Pegawai). Setelah sempat untuk OJT di PPB Bogor, Harir akhirnya dipercaya untuk meng-handle divisi Produksi di PPB Majalengka. Dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun, Harir mampu dipercaya sebagai seorang manajer. 

Untuk anak-anak muda, Harir memberikan pesan-pesannya. Mengambil ungkapan dari Tan Malaka, “Terbentur, terbentur, baru terbentuk!”, Harris berpesan agar anak-anak muda mengembangkan dirinya semaksimal mungkin di mana pun mereka berada. Pun ia juga menambahkan meskipun masih minim pengalaman, sikap tegas perlu dimiliki. Apalagi di setiap momen pengambilan keputusan. Hal tersebut bertujuan agar kelak pada diri anak-anak muda mampu membiasakan yang benar. Bukan membenarkan yang sudah menjadi hal biasa.

“Selalu ada proses jadi jangan pernah berhenti belajar. Dari (jurusan) Teknik Sipil tidak berarti cuma belajar beton. Ya sudah mati di situ, nggak akan naik dia. Karenanya berkembanglah semaksimal mungkin yang kamu bisa!”

Dari kedua pesan karyawan muda WIKA Beton tersebut bisa disimpulkan bahwa bersinergi dan mau belajar adalah salah satu kunci sukses di masa depan.  Kedua hal tersebut dapat menjadi awal untuk bisa menumbuhkan sikap profesional bagi anak-anak muda yang masih mencari pengalaman. 

« Artikel