QSHE

Komitmen QSHE

Prioritas utama PT Wijaya Karya Beton Tbk. adalah menerapkan aspek QSHE di seluruh unit kerja termasuk pada supplier dan subkontraktor. PT Wijaya Karya Beton Tbk. selalu berupaya meningkatkan kepedulian terkait mutu, keselamatan, kesehatan dan lingkungan pada seluruh karyawan untuk membentuk lingkungan kerja yang produktif, aman dan nyaman. Tujuan perusahaan adalah memastikan semua tahapan pekerjaan yang dilakukan selalu konsisten dengan visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan. Hal tersebut akhirnya mendorong PT Wijaya Karya Beton Tbk. untuk selalu berusaha memberikan karya terbaik untuk Indonesia.

Program Keselamatan

Komitmen PT Wijaya Karya Beton Tbk. dalam mengaplikasikan aspek SHE di lingkungan kerja guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja tercermin dari penerapan Program SHE, diantaranya:

Sertifikat

Kualitas
  1. Sistem Manjemen Mutu
    Untuk menunjang proses bisnis, perusahaan mengakomodir semua sistem manajemen yang diperlukan. Salah satunya adalah SNI ISO 9001 : 2015 tentang Sistem Manajemen Mutu.

    Sistem Manajemen Mutu merupakan suatu sistem yang bertujuan mengarahkan dan mengendalikan organisasi untuk memastikan bahwa output atau produk yang dihasilkan perusahaan bermutu baik. Sistem Manajemen Mutu perusahaan mencakup seluruh aspek yang diatur dalam SM ISO 9001 : 2015 sesuai dengan isu internal & eksternal serta persyaratan pihak berkepentingan (stakeholder) yang relevan dan meliputi seluruh produk dan jasa organisasi.

    Sistem Manajemen Mutu disusun dengan mengacu pada proses bisnis, organisasi, produk dan jasa serta perkembangan teknologi. Komitmen untuk menjamin agar Sistem Manajemen Mutu dipahami dan diterapkan diseluruh jajaran perusahaan secara konsisten ini dituangkan dalam bentuk Komitmen QSHE.

    Untuk memastikan efektivitas pelaksanaan sistem manajemen mutu maka pimpinan perusahaan:
    • Menetapkan struktur organisasi dan memastikan tersedianya sumber daya yang dapat menjamin terselenggaranya proses bisnis perusahaan
    • Menekankan kepedulian pada pendekatan proses, pemikiran berbasis risiko (risk-based thinking) dan improvement pada setiap aktivitas operasi perusahaan
    • Mengkomunikasikan, melibatkan, mengarahkan dan memberikan dukungan yang diperlukan kepada seluruh jajaran untuk berkontribusi pada efektivitas SMM
    • Secara periodik mengukur efektivitas pelaksanaan sistem manajemen mutu.

  2. Sertifikasi
  3. Program Quality
    Program quality dibuat dengan mengacu pada 3 sasaran:
    • Pemenuhan persyaratan dan kepuasan pelanggan
    • Konsistensi produk yang dihasilkan
    • Peningkatan berkesinambungan
    1. Penyusunan dan Evaluasi Prosedur
      Dengan adanya prosedur, sumber daya dan metode kerja yang digunakan mengacu kepada satu aturan baku, sehingga produk yang dihasilkan lebih konsisten.
      Prosedur dapat berupa:
      • Dokumen Prosedur
      • Instruksi Kerja (IK)
      • SSP
      • Manual Handling
      • Product Brochure
      • Buku Standard
    2. Peningkatan Kesadaran Mutu (Quality Awareness)
      Dilakukan dengan cara:
      • Briefing mutu
      • Knowledge sharing kemutuan
      • Spanduk, poster, dan slogan terkait mutu
    3. Peningkatan Kompetensi Personil
      Peningkatan kompetensi dilakukan dengan memberikan pelatihan dan sertifikasi, baik internal maupun eksternal.
    4. Site Visit
      • Clinic Quality : Dilakukan satu kali per unit kerja, untuk mengukur positioning kemutuan unit kerja tersebut
      • Inspeksi mutu: Dilakukan berkala setiap PPU untuk memantau sejauh mana progress peningkatan mutu unit yang bersangkutan
      • Quality Patrol
    5. Evaluasi Mutu
      Dilakukan setiap bulan, berupa pengumpulan data, analisa, penyusunan rencana peningkatan mutu, dan evaluasi efektivitas pelaksanaannya
    6. Continuous Improvement
      Dilakukan dengan membentuk Gugus Kendali Mutu (GKM) pada setiap unit kerja yang secara aktif mengevaluasi produk, pelayanan, dan proses untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan fleksibilitas produksi.